Selasa, 20 Januari 2009

Uh..,, SAMPAH!

Pernahkah kita menghitung berapa banyak sampah yang sudah kita buang hari ini, kemarin, dan hari-hari sebelumnya???. Sisa makanan, kertas, kain-kain bekas, barang-barang plastic, botol-botol, tisu, bahkan mungkin sampai mainan-mainan dan peralatan yang sudah tidak terpakai pernah kita buang (Mungkin masih banyak lagi). Coba kita perhatikan saat kita sedang jalan-jalan, lihat tempat-tempat sampah dipertokoan. Tempat sampah disana mungkin sudah menggunung, tak jarang sampai berserakan ke jalan-jalan. Bahkan tak jarang tempat-tempat yang tidak menyediakan tempat sampah. Banyak sekali, ya sampahnya? Ya, diperkirakan dalam sehari setiap orang membuang sampah 1-2 kg.

Jenis-jenis Sampah

Sampah Organik, yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis. Misalnya adalah sisa-sisa makanan.

Sampah Anorganik, yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologissehingga penghancurannya membutuhkan penanganan yang lebih lanjut. Contohnya adalah plastic dan Styrofoam.

Sampah B3 (Bahna Berbahaya dan Beracun), yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah bahan kimia beracun.

Kompos, adalah sampah-sampah yang dapat terurai secara biologis, yaitu melalui pembusukan dengan bakteri yang ada ditanah, dan terkadang digunakan sebagai pupuk.

Sampah menjadi masalah…

Bagaimana kehidupan masyarakat kita ke depan, jika persoalan sampah tidak segera diselesaikan. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan, tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. Berbagai kasus, seperti di Bantargerbang, Bojong Gede, dan Leuwigajah, mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan hal yang sepele. Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar sampah tidak menggunung dan membuat lingkungan tidak sehat? Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R : Replace (mengganti), reduce (mengurangi), re-use (memakai), dan recycle (daur ulang).

Sistem Pengelolaan Sampah

Ada berapa cara pembuangan sampah?
Secara garis besar ada tiga yaitu : cara kimiawi melalui pembakaran, cara fisik melalui pembuangan di TPA, dan cara biologis melalui proses kompos. Yang lazim dilakukan untuk sampah dalam jumlah besar adalah secara fisik.

Bagaimana siklus sistem pengelolaan sampah?

Sampah dari rumah-rumah dikumpulkan dan disimpan dalam tempat atau kontainer sementara, untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk diolah sebelum dibuang.

Mengapa sampah yang dibuang harus diolah dulu?

Tumpukan sampah yang tidak diolah terlebih dulu dapat mengundang lalat, tikus, pertumbuhan organisme- organisme yang membahaya- kan, mencemari udara, tanah dan air, serta... mengganggu kenyamanan kita!

Bagaimana penanganan sampah di TPA?

TPA sering juga disebut landfill, yaitu tempat pembuangan yang memiliki dasar impermeable (tidak tembus air) sehingga sampah yang diletakkan diatasnya tidak akan merembes hingga mencemari air dan tanah disekitarnya. Sampah- sampah yang datang diletakkan secara berlapis, dipadatkan, dan ditutupi dengan tanah liat untuk mencegah datangnya hama dan menghilangkan bau. TPA umumnya dibuat untuk bisa menampung sampah selama jangka waktu beberapa tahun.

Apa itu insinerator?

Insinerator adalah perangkat pembakaran sampah yang efisien dan bisa mengurangi polusi udara. Insinerator yang baik memiliki sistem penangkal pencemar udara di cerobongnya (walaupun tetap menyebabkan pencemaran udara), dan sanggup mengurangi volume sampah sampai 80%nya seusai dibakar

REPLACE
Ganti dengan barang ramah lingkungan

Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami

REDUCE
(Kurangi Sampah!)

Coba cara-cara ini :

  • Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
  • Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
  • Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama

RE-USE
(Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!)

Coba cara-cara ini :

  • Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
  • Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
  • Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya

RECYCLE
(Daur Ulang Sampah!)

Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus.
Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini :

  • Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
  • Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
  • Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang

Jangan bakar sampah sembarangan!

Mengapa? Karena sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman. Bahan seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan dari plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila dibakar! Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah organik yang dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari kerumunan orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran. Kita tentunya tidak ingin menyebabkan kebakaran, bukan?

Nah, mudah-mudahan dengan artikel ini kita semakin sadar bahwa masalah sampah jangan dianggap masalah yang sepele karena menyangkut kebersihan lingkungan kita. Jika lingkungan tak bersih bukan tak mungkin penyakit akan mudah mengenai kita... dan ingat selalu "Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan".

Pernahkah kita menghitung berapa banyak sampah yang sudah kita buang hari ini, kemarin, dan hari-hari sebelumnya???. Sisa makanan, kertas, kain-kain bekas, barang-barang plastic, botol-botol, tisu, bahkan mungkin sampai mainan-mainan dan peralatan yang sudah tidak terpakai pernah kita buang (Mungkin masih banyak lagi). Coba kita perhatikan saat kita sedang jalan-jalan, lihat tempat-tempat sampah dipertokoan. Tempat sampah disana mungkin sudah menggunung, tak jarang sampai berserakan ke jalan-jalan. Bahkan tak jarang tempat-tempat yang tidak menyediakan tempat sampah. Banyak sekali, ya sampahnya? Ya, diperkirakan dalam sehari setiap orang membuang sampah 1-2 kg.

Jenis-jenis Sampah

Sampah Organik, yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis. Misalnya adalah sisa-sisa makanan.

Sampah Anorganik, yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologissehingga penghancurannya membutuhkan penanganan yang lebih lanjut. Contohnya adalah plastic dan Styrofoam.

Sampah B3 (Bahna Berbahaya dan Beracun), yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah bahan kimia beracun.

Kompos, adalah sampah-sampah yang dapat terurai secara biologis, yaitu melalui pembusukan dengan bakteri yang ada ditanah, dan terkadang digunakan sebagai pupuk.

Sampah menjadi masalah…

Bagaimana kehidupan masyarakat kita ke depan, jika persoalan sampah tidak segera diselesaikan. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan, tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. Berbagai kasus, seperti di Bantargerbang, Bojong Gede, dan Leuwigajah, mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan hal yang sepele. Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar sampah tidak menggunung dan membuat lingkungan tidak sehat? Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R : Replace (mengganti), reduce (mengurangi), re-use (memakai), dan recycle (daur ulang).

Sistem Pengelolaan Sampah

Ada berapa cara pembuangan sampah?
Secara garis besar ada tiga yaitu : cara kimiawi melalui pembakaran, cara fisik melalui pembuangan di TPA, dan cara biologis melalui proses kompos. Yang lazim dilakukan untuk sampah dalam jumlah besar adalah secara fisik.

Bagaimana siklus sistem pengelolaan sampah?

Sampah dari rumah-rumah dikumpulkan dan disimpan dalam tempat atau kontainer sementara, untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk diolah sebelum dibuang.

Mengapa sampah yang dibuang harus diolah dulu?

Tumpukan sampah yang tidak diolah terlebih dulu dapat mengundang lalat, tikus, pertumbuhan organisme- organisme yang membahaya- kan, mencemari udara, tanah dan air, serta... mengganggu kenyamanan kita!

Bagaimana penanganan sampah di TPA?

TPA sering juga disebut landfill, yaitu tempat pembuangan yang memiliki dasar impermeable (tidak tembus air) sehingga sampah yang diletakkan diatasnya tidak akan merembes hingga mencemari air dan tanah disekitarnya. Sampah- sampah yang datang diletakkan secara berlapis, dipadatkan, dan ditutupi dengan tanah liat untuk mencegah datangnya hama dan menghilangkan bau. TPA umumnya dibuat untuk bisa menampung sampah selama jangka waktu beberapa tahun.

Apa itu insinerator?

Insinerator adalah perangkat pembakaran sampah yang efisien dan bisa mengurangi polusi udara. Insinerator yang baik memiliki sistem penangkal pencemar udara di cerobongnya (walaupun tetap menyebabkan pencemaran udara), dan sanggup mengurangi volume sampah sampai 80%nya seusai dibakar

REPLACE
Ganti dengan barang ramah lingkungan

Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami

REDUCE
(Kurangi Sampah!)

Coba cara-cara ini :

  • Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
  • Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
  • Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama

RE-USE
(Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!)

Coba cara-cara ini :

  • Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
  • Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
  • Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya

RECYCLE
(Daur Ulang Sampah!)

Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus.
Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini :

  • Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
  • Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
  • Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang

Jangan bakar sampah sembarangan!

Mengapa? Karena sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman. Bahan seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan dari plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila dibakar! Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah organik yang dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari kerumunan orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran. Kita tentunya tidak ingin menyebabkan kebakaran, bukan?

Nah, mudah-mudahan dengan artikel ini kita semakin sadar bahwa masalah sampah jangan dianggap masalah yang sepele karena menyangkut kebersihan lingkungan kita. Jika lingkungan tak bersih bukan tak mungkin penyakit akan mudah mengenai kita... dan ingat selalu "Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan".