Kamis, 15 Januari 2009

Pentingnya Gizi Bagi Tubuh

"Empat sehat lima sempurna"

"Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat"


Slogan tersebut mungkin sudah sring kita dengar, tapi pada kenyataannya beberapa wilayah di Indonesia bahkan dikota Metropolitan seprtri kota Jakarta masih banyak anak-anak dan balita yang kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan karena kekurangan gizi(gizi buruk). Kenapa, ya hal itu bisa terjadi? Padahal kan Indonesia masih sanggup menghasilkan beras... Gizi adalah asupan yang sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan aktifitas tubuh kita. Tanpa asupan gizi yang cukup maka kemungkinan besar kita akan mudah terkena penyakit, misalnya penyakit yang menyerang pencernaan. Lalu apa ya kira-kira penyebab gizi buruk tersebut?

Pada tahun 1988, UNICEF, salah satu badan organisasi PBB yang memang khusus bergerak dibidang kesejahteraan anak telah mengembangkan kerangka konsep perbaikan gizi. Dalam kerangka tersebut ditunjukkan bahwa masalah gizi buruk dapat disebabkan oleh:

  1. Penyebab langsung
    Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.

  1. Penyebab tidak langsung
    Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu:
    • Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai.
      Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya.
    • Pola pengasuhan anak kurang memadai.
      Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial.
    • Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai.
      Sistim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.

  1. Pokok masalah di masyarakat
    Kurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai faktor langsung maupun tidak langsung.

  1. Akar masalah
    Kurangnya pemberdayaan wanita dan keluarga serta kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat terkait dengan meningkatnya pengangguran, inflasi dan kemiskinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi, politik dan keresahan sosial yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Keadaan tersebut teleh memicu munculnya kasus-kasus gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai.

Ketua I Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, ada tiga faktor penyebab anak menderita gizi buruk khususnya balita. Yakni, faktor keluarga miskin, faktor ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi anak, dan faktor penyakit bawaan pada anak, seperti jantung, TBC, HIV/AIDS, saluran pernapasan dan diare.


Nah, dengan membaca penjelasan diatas mudah-mudahan kita dapat menyadari bahwa kekurangan gizi dapat menyebabkan hal yang buruk yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga keseimbangan gizi kita dan membantu memperbaiki gizi teman-teman atau saudara kita. Caranya adalah dengan aktif dalam lingkungan kita atau dalam organisasi yang memang bertujuan dalam hal tersebut..

"Empat sehat lima sempurna"

"Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat"


Slogan tersebut mungkin sudah sring kita dengar, tapi pada kenyataannya beberapa wilayah di Indonesia bahkan dikota Metropolitan seprtri kota Jakarta masih banyak anak-anak dan balita yang kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan karena kekurangan gizi(gizi buruk). Kenapa, ya hal itu bisa terjadi? Padahal kan Indonesia masih sanggup menghasilkan beras... Gizi adalah asupan yang sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan aktifitas tubuh kita. Tanpa asupan gizi yang cukup maka kemungkinan besar kita akan mudah terkena penyakit, misalnya penyakit yang menyerang pencernaan. Lalu apa ya kira-kira penyebab gizi buruk tersebut?

Pada tahun 1988, UNICEF, salah satu badan organisasi PBB yang memang khusus bergerak dibidang kesejahteraan anak telah mengembangkan kerangka konsep perbaikan gizi. Dalam kerangka tersebut ditunjukkan bahwa masalah gizi buruk dapat disebabkan oleh:

  1. Penyebab langsung
    Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.

  1. Penyebab tidak langsung
    Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu:
    • Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai.
      Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya.
    • Pola pengasuhan anak kurang memadai.
      Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial.
    • Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai.
      Sistim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.

  1. Pokok masalah di masyarakat
    Kurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai faktor langsung maupun tidak langsung.

  1. Akar masalah
    Kurangnya pemberdayaan wanita dan keluarga serta kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat terkait dengan meningkatnya pengangguran, inflasi dan kemiskinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi, politik dan keresahan sosial yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Keadaan tersebut teleh memicu munculnya kasus-kasus gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai.

Ketua I Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, ada tiga faktor penyebab anak menderita gizi buruk khususnya balita. Yakni, faktor keluarga miskin, faktor ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi anak, dan faktor penyakit bawaan pada anak, seperti jantung, TBC, HIV/AIDS, saluran pernapasan dan diare.


Nah, dengan membaca penjelasan diatas mudah-mudahan kita dapat menyadari bahwa kekurangan gizi dapat menyebabkan hal yang buruk yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga keseimbangan gizi kita dan membantu memperbaiki gizi teman-teman atau saudara kita. Caranya adalah dengan aktif dalam lingkungan kita atau dalam organisasi yang memang bertujuan dalam hal tersebut..